Muspika Cikarang Utara Bantu Warga yang Terkena Angin Puting Beliung

Bagikan Berita Ini

Budhie Uban

Muspika Cikarang Utara usai meninjau lokasi dan memberi bantuan di Kampung Cabang Lio, yang terkena musibah angin puting beliung

KORANSIDAK.CO.ID – Angin puting beliung kembali terjadi. Kali ini menimpa warga Kampung Cabang Lio, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Seperti yang dilaporkan Pelda Sigit Babinsa Koramil 07/Cikarang Kodim 0509/Kaupaten Bekasi ke Danramil 07/Cikarang, Rabu (21/3).

Danramil 07/Cikarang, Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Kapten Inf Suranto menyampaikan kepada piket agar anggota pada pukul 07.00 Wib membantu warga yang terkena musibah bersama masyarakat yang lain.

Danramil meneruskan informasi bencana angin puting beluliung kepada Muspika.

Kemudian, Muspika di antaranya Camat, Danramil dan Perwakilan Polsek, sekitar pukul 07.00 Wib tiba di lokasi bencana didampingi kepala desa (Kades), Babinkamtibmas, Babinsa, Ketua RW dan RT mengecek rumah yang terkena musibah bencana angin puting beliung.

Sejumlah 14 rumah, sebagian sudah diperbaiki secara mandiri bersama masyarakat sekitar.

Camat Cikarang Utara, Atang Firmansyah membantu beberapa asbes yang akan dikerjakan Babinsa bersama masyarakat, dan memberikan uang sekedar untuk beli bambu kepada beberapa yang rumahnya terkena musibah secara langsung.

Kegiatan karya bakti Koramil 07/Cikarang pasca angin puting beliung antara lain, kediaman Ibu Juarsih, Warakawuri di RT 03/04 No.109, Kampung Cabang Lio, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara.

Aisyah (50), warga RT 03/04 Kampung Cabang Lio
Desa Karang Asih Kecamatan Cikarang Utara dan Ukar, warga RT 02/04 Kampung Bulak Baru, Karang Asih, Cikarang Utara.

Kepada koransidak.co.id, masyarakat setempat mengaku senang dengan kehadiran Muspika beserta pendamping dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian terhadap masyarakat.

“Kami merasa senang dan bersyukur atas bantuan yang diberikan Muspika Cikarang kepada warga yang terkena musibah angin puting beliung tersebut,” ujar Anzar, warga setempat. (*)