Olahraga Tradisional Kian Diminati Siswa Sekolah Dasar

Bagikan Berita Ini

Penulis: M Nurudin

 

KORANSIDAK.CO.ID – Ratusan siswa sekolah dasar di lingkungan UPT Pendidikan Kecamatan Pekalipan mengikuti pembukaan kegiatan Pekan Kreatifitas Siswa KKGO di halaman komplek SD Negeri Pulasaren, Senin (19/3).

Ketua Panita, Rd.Ahmad Yani SPd mengatakan, kegiatan olah raga tradisional dan turnamen futsal ini  dilaksanakana dari tanggal 19 hingga 24 Maret 2018. Pelaksanaan kegiatan tersebut dikosentrasikan di komplek SDN Pulasaren.

“Kegiatan yang digelar, yakni kegiatan lomba permainan tradisional dan turnamen futsal tingkat SD/MI se kecamatan Pekalipan,” jelasnya.

Demikian juga dinyatakan Ketua K3S Kec.Pekalipan, Hanan SPd, bahwa maksud kegiatan teraebut untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada para pelajar, dalam rangka melestarikan permainan tradisional agar tetap exis.

Selain itu, lanjutnya, juga untuk menumbuh kembangkan kreatifitas para pelajar, mempererat kesetiakawanan para pelajar, serta meningkatan kebugaran jasmani.

“Jadi inilah maksud dari dilaksanakannya kegiatan pekan olah raga tradisional, di mana maksud lainnya adalah agar meningkatkan semangat kerjasam dan bersosialisasi serta melatih interaksi sosial anak secara positif,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO), Yanto Setioso A.ma.Pd, bahwa dalam kegiatan tersebut terdapat sejumlah kegiatan yang diperlombakan , diantaranya perlombaan Dagongan, Borang, Terompah/Bakiak, Gobak Sodor, Karet/Lompat Karet serta Futsal.

“Kegiatan ini sangat berpengaruh positif terhadap perkembangan peserta, terutama kembali untuk mencintai permainan tradisonal yang harus tetap dilestarikan. Peserta yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah para pelajar kelas 4 dan kelas 5, di seluruh sekolah dasar di lingkungan UPT Pendidikan Kecamatan Pekalipan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pendidikan Kec.Pekalipan, Muktar SPd mengatakan, olahraga tradisional adalah satu alat pemersatu bangsa dan olah raga ini harus dimainkan dengan penuh kebahagiaan, kegembiraan dan suka cita.

“Ajang ini sangat baik untuk generasi yaitu sebagai alat pemersatu. Olahraga tradisional bukan sekedar olahraga, namun menjadi penangkal timbulnya dampak negatif dari permainan-permainan modern, jadi olah raga ini, selain untuk menumbuhkan kreatifitas anak juga untuk menangkal agar tidak terjerumus pada hal yang berbau negatif,” tandasnya. (*)