17 Ribu Warga Belum Rekam KTP El, Ini Kata Kadis Dukcapil Kab. Cirebon

Bagikan Berita Ini
  • 8
    Shares

M. Nurudin

Mochammad Syafrudin

KORANSIDAK.CO.ID – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon, Mochammad Syafrudin kepada koransidak.co.id menyatakan, soal 17 ribu warga Kabupaten Cirebon yang belum melakukan perekeman KTP elektronik, bisa mengancam hak suara mereka pada Pemilu sehingga tak bisa digunakan.

Pasalnya, surat keterangan (Suket) hanya bisa diberikan setelah warga melakukan perekaman KTP elektronik.

“Tugas pokok kami hanya pada persiapan data,  sebagaimana aturan yang ada untuk pelaksanaan Pemilu ini, komunikasi datanya berbentuk DP4 dan itu ada di tangan Kemendagri dan sudah diserahkan ke KPU RI. Sementara berdasarkan peraturan KPU, saya membaca, itu setiap pemilih disyaratkan untuk memiliki undangan berbentuk formulir C, ini aturan KPU, dan tidak hanya itu setiap pemilih disyaratkan memiliki KTP elektronik atau surat keterangan,” jelasnya.

Sementara sambung dia, data terakhir di Kabupaten Cirebon kurang lebih ada sekitar 17 ribu warga belum melakukan perekaman E-KTP.

Dirinya menghimbau agar warga yang belum melakukan perekaman KTP elektronik, diminta segera mendatangi tempat-tempat  perekaman, baik di instansi Kependudukan maupun yang ada di kecamatan masing-masing.

Kenapa, karena lanjut Syafrudin, kalau tidak mendatangi untuk melakukan perekaman, maka tidak akan mendapatkan surat keterangan.

Dengan tidak memiliki surat keterangan, katanya, maka dimungkinkan yang bersangkutan  tidak dapat menggunakan hak pilihnya.

Karena akan disyaratakan surat undangan tidak hanya berbentuk formulir C oleh pihak KPPS tetapi juga harus membawa KTP atau surat keterangan.

“Melalui instruksi Bupati, kami meminta agar seluruh Camat untuk memberikan  pemahaman kepada warga agar segera melakukan perekaman KTP elektronik, dan ini tengah disosialisaikan terus kepada masyarakat,” tandasnya. (*)