Agar Bersih dan Jurdil, Mahasiswa dan Warga Harus Ikut Awasi Pilkada Kab. Belitung

Bagikan Berita Ini
  • 16
    Shares

M. Nurudin

KORANSIDAK.CO.ID РDosen AMB, Farid Wajdi, mengatakan, masyarakat berperan penting pada pengawasan pemilihan kepala daerah (Pilkada) terutama perguruan tinggi untuk mendapatkan hasil pilkada yang jujur dan adil di Kabupaten Belitung.

“Kampus wajib netral dan mengambil peran dalam pengawasan mulai dari pra, saat, dan pada pelaksanaan Pilkada,” kata Farid saat memberikan materi tentang peran Perguruan Tinggi dalam Pengawasan dan Partisiparif Pilkada Kabupaten Belitung.

Menurut Farid, peranan kampus terhadap keberlangsungan Pilkada sangat signifikan. Terutama dalam mendirikan pusat studi tentang Pilkada. Pusat studi ini berfungsi mengedukasi kepada masyarakat tentang pilkada yang baik, anti golput, dan anti-politik uang.

Pada saat pilkada, pusat studi di perguruan tinggi dapat mengantisipasi penggelembungan suara melalui perhitungan cepat.

“Kampus memang harus terlibat aktif dalam uji dan debat politik dan menjadi penguji visioneritas calon,” katanya.

Selain itu, kata Farid, pendidikan politik dan keterlibatan masyarakat menjadi sangat penting mengingat faktanya sekarang banyak masyarakat Indonesia yang menjadi “silent majority”, sehingga memilih diam ketika melihat pelanggaran pilkada.

“Dampaknya, laporan masyarakat kepada Bawaslu cenderung menurun,” katanya.

Kegiatan yang diikuti oleh sejumlah mahasiswa dan aktivis masyarakat ini, juga melibatkan tiga pembicara lainnya, yakni Panwaslu Kabupaten Belitung, Rina Fardini, Kordiv SDM, Yerri Larona Kordiv PHL serta Heikal Fackar, Kordiv PP. (*)