Polresta Bekasi Jemput Paksa Dua Oknum Kades

Bagikan Berita Ini

Lokasi lahan yang surat kepemilikannya diduga dipalsukan

KORANSIDAK.CO.ID – Dua orang oknum aparat pemerintahan desa di Kabupaten Bekasi dijemput paksa anggota Kepolisian, Reskrim Unit Harta dan Benda (Harda) Polresta Bekasi. Keduanya adalah Kepala Desa Cijengkol, IH dan mantan Plt Kepala Desa Cijengkol, KAS.

Penjemputan paksa terhadap dua orang oknum kades itu didugaan karena melakukan pemalsuan surat tanah milik Hendra yang berada di Kampung Lubang Buaya, RT 01 RW 04, Desa Cijengkol, Kacamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Kuasa hukum pemilik lahan (Hendra-red), Rudi Gunadi mengatakan, berdasarkan keputusan pengadilan yang sudah ingkrah, kedua tersangka terbukti telah melakukan pemalsuan surat tanah kliennya seluas 11.119 m2 dan terancam minimal dua pasal, yaitu Pasal Pemalsuan Surat dan Pasal Penyerobotan Tanah sebagaimana diatur dalam Pasal 263 Junto Pasal 385, dengan ancaman hukuman masing-masing enam tahun dan empat tahun penjara.

“Kasus ini dapat terungkap berkat kerja keras aparat Polresta Bekasi. Penjemputan paksa akhirnya dilakukan pada Rabu (24/1). Kedua tersangka juga sudah mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada klien kami,” kata Rudi.

Menurutnya, sebelum dijemput paksa, tersangka IH telah dua kali mangkir dari panggilan kepolisian. Oleh sebab itu pihak kepolisian pun langsung mengambil langkah penjemputan paksa terhadap kedua tersangka di kediaman masing-masing.

“Sebelumnya Kepala Desa bilang mau datang memenuhi panggilan, tapi sudah dua kali dipanggil tetap mangkir,” papar Rudi.

Sementara itu, sang pemilik tanah, Hendra membenarkan jika tersangka mantan Plt Kepala Desa Cijengkol, KAS, mengakui kesalahan dan meminta maaf kepadanya.

“KAS mengakui kepada saya dirinya khilaf melakukan kekeliruan menandatangani surat–surat transaksi pelimpahan hak atas tanah saya, ketika dia menjabat Plt Kepala Desa Cijengkol,” jelas Hendra.

Menurut dia, KAS berjanji akan bertanggungjawab atas perbuatannya tersebut, dengan mengembalikan uang hasil penjualan tanah kepada pihak pembeli.

“KAS juga bilang akan mengembalikan uang kepada pihak pembeli tanah milik saya yang surat-suratnya pernah ditandatangani, diantaranya ada nama Mohamad Yusuf,” ucap Hendra.

Lebih lanjutnya Hendra juga meminta kepada KAS agar memberitahukan para warga yang masih menempati lahan miliknya, untuk segera berbenah dan mengosongkan lahan yang banyak dijadikan sebagai tempat tinggal warga tersebut.

“Ini supaya tidak lagi terancam tuduhan penyerobotan dan penggelapan tanah yang akhirnya akan lebih berat lagi kerugiannya,” tutup Hendra. (*)

Reporter : Ricky Jelly Cr
Editor: Hamdan Bule