Pengoplos Gas Elpiji Subsidi di Cibitung Dicokok Polisi

Bagikan Berita Ini

KORANSIDAK.CO.ID – Polres Metro Bekasi Kebupaten berhasil membongkar praktik pengoplosan gas elpiji subsidi 3 Kg ke gas elpiji non-subsidi 12 kg yang berada di Perumahan Permata Regensi, Desa Wanasari, Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi.

AH (29) diringkus jajaran Polres Metro Bekasi Kabupaten setelah sebelumnya mendapat laporan dari masyarakat sekitar terkait aktivitasnya yang mencurigakan.

Kapolres Metro Bekasi Kabupaten, Kombes Chandra Sukma Kumara mengatakan, pelaku mengaku sudah melakukan aksinya sejak September 2017. Menurutnya, tabung-tabung gas isi 12 kg hasil pemindahan dari isi gas 3 kg dijual ke sejumlah rumah makan di wilayah Kabupaten Bekasi, sehingga masyarakat yang seharusnya membayar dengan harga subsidi menjadi non-subsidi.

“Beda harganya memang cukup signifikan kalau 3 kilo itu harganya Rp 17 ribu, untuk mengoplos ke tabung 12 kg dibutuhkan 4 buah tabung 13 Kg, jika dikalikan 4 pelaku hanya butuh modal Rp 68 ribu untuk kemudian dioplos ke non-subsidi dan dijual seharga Rp 134 ribu, keuntungan yang menggiurkan ini dimanfaatkan pelaku AH, ” beber Kapolres , Selasa (30/1).

Dari tangan pelaku, Polisi berhasil mengamankan 1 buah unit mobil Suzuki Pick-Up dengan nomor polisi B 9906 FAQ milik pelaku yang biasa digunakan untuk mensubsidi tabung gas ke sejumlah rumah makan.

Kemudian, polisi juga mengamankan 43 tabung gas Elpiji kosong 3 Kg, 13 tabung gas elpiji kosong 12 Kg, 17 selang regulator yang digunakan pelaku untuk memindahkan isi gas, serta 9 buah tabung gas elpiji isi 12 kg, dan 4 buah tabung gas elpiji isi ukuran 3 kg.

“Pelaku diancam hukuman pidana paling lama 5 tahun, dan denda paling sedikit Rp 2 Miliar, pelanggaran undang-undang perlindungan konsumen,” tandasnya

Sehari Untung Rp 1 juta

Praktik curang yang sudah berlangsung sejak September 2017 itu dilakukan pelaku berinisial AH (29), dalam sehari, aksi culasnya ia mendapatkan keuntungan Rp 1050.000,-.

“Untuk mengoplos ke tabung 12 kg dibutuhkan 4 buah tabung 13 Kg, jika dikalikan 4 pelaku hanya butuh modal Rp 68 ribu, kemudian dioplos ke non-subsidi dan dijual seharga Rp 134 ribu, keuntungan yang menggiurkan ini dimanfaatkan pelaku AH,” ungkap Kapolrestro.

Lebih jauh dikatakan, konsumen yang menjadi sasaran distribusi gas hasil suntikan tersebut didominasi pelaku usaha rumah makan atau catering yang memang kebutuhannya cukup tinggi di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Sehari Pelaku bisa menjual 10 tabung, sehingga masyarakat yang seharusnya membayar dengan harga subsidi menjadi non-subsidi,” ungkapnya.

Prakatik pemindahan isi tabung gas elpiji 3 kg subsidi ke tabung gas elpiji 12 Kg sendiri, tambah Chandra, cukup senderhana. Pelaku sambungnya, hanya menggunakan selang regulator yang dipasangkan di kedua tabung secara manual.

“Pelaku juga membuat segel sendiri untuk mengelabui konsumennya,” pungkasnya. (KSD)