DKIS Integrasikan Program IT Kota Cirebon

Bagikan Berita Ini

Iing Damian, S.Ip, M.Si

KORANSIDAK,CO.ID– Sejak 1 Januari 2017, Dinas Komunikasi Infomatika dan Statistik (DKIS) mulai efketif bekerja sebagai sebuah dinas di Kota Cirebon. Dalam program kerjanya DKIS ingin mendekatkan program layanan publik servis  dengan pendekatan IT.

DKIS sendiri dalam programnya ingin mengintegrasikan dan menginterkoneksikan seluruh aplikasi yang ada, sebab saat ini di Kota Cirebon sudah terdapat 28 aplikasi yang terbangun. Namun sebagai program jangka pendek, DKIS tengah melaksanakan program dengan pendekatan lima sstem, hal itu berkaitan dengan prencanaan dan pengelolaan pendapatan di Kota Cirebon.

“Di eksternal, DKIS bersinergi dengan seluruh SKPD, terutama menyangkut aplikasi apa yang mereka miliki. Seperti salah satu contohnya di DPPKD, yakni tentang Pajak Online, DKIS tengah memprogram aplikasi  pajak dengan sistem android dan itu realtime,” terang Kepala DKIS Kota Cirebon, Iing Damian S.Ip, M.Si, Rabu (27/5).

Dijelaskan Iing, beberapa program strategis tersebut baik dalam artian ke dalam maupun keluar pihaknya tengah diberi tugas untuk membuat integrasi sistem. Sistem yang ada akan coba diintegrasikan, tapi tentu saja integrasi ini tidak dalam jangka waktu yang pendek, bahwa sistem yang sudah terbangun itu tersebar ke beberapa perangkat daerah.

Lalu yang kedua, kata dia, di skala internal dinas, menanamkan mindset bahwa sebagai perangkat daerah mestinya sudah berfikir tentang bagaimana menekankan pola kerja yang IT minded.

“Itu artinya ketika pekerjaan itu dilakukan masih secara konfensional, mulai kita perbaharui polanya dengan menggunakan teknologi informasi. Hal tersebut diyakini akan membantu proses birokrasi administrasi menjadi lebih efektif dan efisien,” katanya.

Untuk program kerja jangka pendek, sambung dia, di tahun ini DKIS Kota Cirebon berkonsentrasi pada pengintegrasian beberapa sistem, di antaranya adalah integrasi sistem pendapatan daerah dan sistem perencanaan pembangunan daerah.

Selain itu, lanjutnya, DKIS juga tengah giat menekankan program E-Office. Nantinya semua diskomposisi dilakukan secara electronic, supaya arahnya paperless. Ini diyakini akan menjadi solusi terkait permasalahan berkas kertas yang menumpuk. Dari segi percepatan, DKIS bersinergi dengan pembagian organisasi yang di Sekda.

Dikatakan,  mengenai urusan tata naskah dinas, bahkan peraturan Walikota tentang tata naskah dinas elektronik akan segera dibuatkan. Selain menjadi sistemnya, DKIS juga menjadi pelopor dan pendamping.

“Tahun 2017 ini kami akan pilot project di kantor kami dulu, jadi sebelum launching ke seluruh perangkat daerah, perlu diuji terlebih dahulu minimal pejabat yang ada di ruang lingkup DKIS harus familiar dengan gadget atau alat seperti itu,” tuturnya.

Menurut Iing, semua itu adalah untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin maju, untuk itu  Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon telah bersiap menyongsong tantangan di era digital ini dengan berbagai program pembangunan sistem terintegrasi guna memudahkan proses dan alur kerja pada lingkungan sektoral baik intra maupun antar instansi dinas dalam Pemkot Cirebon.

Selain itu, beberapa program pun akan memudahkan masyarakat luas untuk mengetahui informasi terkini yang sedang terjadi di Cirebon. Apa saja program-program dan sistem yang akan dibangun? Dinas Komunikasi Infomatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon hadir sebagai jawaban pemerintah terhadap tantangan era digital.

Iing Damian juga menegaskan, jika salah satu program kerja yang menjadi jangka menengah adalah pembangunan Media Center sebagai pusat informasi internal kedinasan dan publik. Rencananya lokasi Media Center akan ditempatkan di ruang paling depan di kantor DKIS Kota Cirebon yang beralamat di Jalan Dr. Sudarsono No. 40 Cirebon.

Sementara itu, kata dia, untuk mengakomodasi sistem dan program kerja yang tengah dibangun, infrastruktur tentunya sangat dibutuhkan sebagai support. Menjawab hal tersebut DKIS akan membangun 8 lantai dengan kebutuhan yang berbeda sebagai program jangka panjang. Kaidah Smart City tentunya menjadi kiblat sistem dan program kerja DKIS kedepan.

Sebuah harapan kedepan bahwa semua sistematika kerja dalam lingkup pemerintahan kota Cirebon dapat terintegrasi sinergis dengan penerapan disiplin sistem informatika yang kreatif & inovatif. Sesuai dengan tagline Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon.

“Secara kebetulan Kota Cirebon masuk dalam urutan ke 25 Kota dan Kabupaten dalam pelaksanaan Smart City dan nanti pada tanggal 22 Mei 2017, Walikota Cirebon akan melakukan penandatangan Smart City bersama Menteri Kominfo Republik Indinesia di Makasar,” terangnya. (*)

Reporter: Nurudin