Dinsos Kabupaten Bekasi Bakal Punya Panti Sosial Modern

Bagikan Berita Ini

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, H. Edi Rochyadi

KORANSIDAK.CO.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bekasi akan memiliki  panti sosial yang akan menampung anak jalanan/terlantar (Anjal), Lanjut Usia (Lansia), disabiltas dan pelatihan keterampilan yang rencananya akan memanfaatkan eks Gedung Islamic Center di Desa Srimahi, Tambun Utara yang kini kondisinya memprihatinkan dan sampai saat ini belum digunakan.

“Saat rapat dengan sejumlah SKPD tercetus untuk memanfaatkan eks Islamic Center karena hingga saat ini belum dimanfaatkan,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bekasi, H. Edi Rochyadi, Selasa (16/5).

Diakui oleh Edi, saat ini pihak konsultan melalui Bappeda sedang mengkaji mengenai pemanfaatan eks Islamic Center.

“Kita masih menunggu hasil kajian konsultan, apakah nanti bisa dimanfaatkan untuk panti sosial atau untuk RSUD tipe D,” ujar Edi Rochyadi di ruang kerjanya.

Menurut dia,  Bupati Bekasi menghendaki agar gedung eks Islamic Center itu digunakan untuk panti sosial tapi panti sosial yang modern.

“Bupati lebih menghendaki eks Islamic Center itu dimanfaatkan untuk panti sosial, tapi panti sosial yang modern, keinginan beliau panti sosial tersebut harus lengkap,” bebernya.

Karena kata dia, eks Islamic Center, nantinya bernuansa Islami. Jadi nuansa Islami nya  tidak akan hilang. Nanti, kata dia, Masjid yang sudah mulai rusak akan direhab.

“Jadi nanti akan ada kegiatan-kegiatan pengajian dan lainnya di masjid tersebut,” katanya.

Sedangkan untuk pelatihan keterampilan, sambung Edi, pihaknya akan memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) milik Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten  Bekasi yang lokasinya berdekatan dengan eks Islamic Center.

“Kita juga bakal memanfaatkan BLK Disnaker untuk pelatihan keterampilan bagi penghuni panti,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Bidang Fisik pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, E.Y. Taufik mengatakan bahwa adanya wacana untuk memindahkan eks Islamic Center ke wilayah lain di Kabupaten Bekasi lantaran beberapa hal.

Dia membenarkan akan dilakukan kajian oleh pihak konsultan. Namun kata dia, pihaknya baru mengalokasikan anggaran untuk kajian tersebut pada anggaran biaya tambahan (ABT) tahun 2017 nanti.

“Kita akan kaji nanti di ABT 2017. Apakah digunakan untuk panti sosial atau RSUD tipe D. Kita lihat saja nanti hasil kajiannya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Budhie Uban