Pedagang Pasar Baru Cikarang

Pedagang Pasar Baru Cikarang Sesalkan Pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi

Bagikan Berita Ini

KORAN SIDAK – Pedagang Pasar Baru Cikarang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pasar Baru (FKP2B) Cikarang mengecam pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Bekasi,  Sunandar.

Diketahui, Politisi asal Partai Golkar Kabupaten Bekasi itu mengatakan, revitalisasi Pasar Baru Cikarang dengan menggunakan APBD Kabupaten Bekasi dirasa tidak mungkin karena membutuhkan anggaran yang besar.

Ketua Umum FKP2B Cikarang, Yuli Sri Mulyati mengaku sangat menyesalkan apa yang telah disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi tersebut. Menurut dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mampu membangun Stadion Wibawa Mukti yang menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Bekasi yang lebih besar dari dana yang akan dikeluarkan untuk merevitalisasi Pasar Baru Cikarang.

“Revitalisasi Pasar Baru Cikarang itu kan hanya Rp 500 miliar-an, masak Sunandar mengatakan, enggak mampu. Sementara, Pemkab bangun Stadion Wibawa Mukti dengan menggunakan APBD sebesar sebesar Rp 700 miliar, mampu. Ini kan jelas sangat aneh,” kata Yuli, dilansir kabarsebelas.com.

Ia menambahkan, statemen yang keluar dari mulut Ketua DPRD Kabupaten Bekasi itu hanya sebagai alasan agar revitalisasi tetap pada sistem Build Operate Transfer (BOT) yang hanya akan menyengsarakan para pedagang pasar.

“Kami menilai pernyataan Ketua DPRD itu sangat jelas menunjukan bahwa pemerintah tidak pernah memikirkan keselamatan hidup masyarakat khususnya, dalam hal ini pedagang. Mereka hanya mementingkan kelompok pemodal saja,” tandasnya. (KSD)