Gara-gara Rusak dan Hancur, Akses Jalan Marunda Tanah Baru Ditutup Warga

AKSI DAMAI TUNTUT PERBAIKAN

Aksi unjukrasa warga Tarumajaya menuntut perbaikan jalan

KORAN SIDAK – Puluhan warga Kecamatan Tarumajaya melakukan aksi damai di akses Jalan Raya Marunda Tanah Baru tepatnya di depan gerbang Kawasan Marunda Center. Mereka menuntut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi agar segera memperbaiki akses jalan yang sudah hancur dan juga membuat saluran drainase agar jalan itu tidak tergenang air saat turun hujan, Jumat (31/3).

Dalam aksi tersebut warga menutup akses jalan hingga menyebabkan kemacetan yang sangat panjang.

Camat Tarumajaya, Dwi Sigit mengatakan akan ada perbaikan di jalan itu dengan menggunakan dana APBD Kabupaten Bekasi tahun 2017 sebesar Rp 6,5 miliar.

“Dalam tahun ini Insya Allah aka nada perbaikan di jalan tersebut,” kata Camat seraya berharap agar warga bersabar karena proses pembangunan akan segera direalisasikan dan saat ini sedang menunggu lelang digelar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Rng (PUPR) Kabupaten Bekasi.Riki, koordinator aksi kepada KORAN SIDAK mengatakan, aksi itu terpaksa dilakukan karena menagih janji Camat Tarumajaya yang pernah bilang bahwa jalan tersebut akan dibangun pada Maret ini, tetapi sampai akhir Maret ini realisasi tidak juga ada.

“Kami sengaja menutup akses jalan Marunda Tanah Baru Desa Segara Makmur, karena di sini ada kawasan industri dan gudang Marunda Center, agar pihak Marunda Center juga ikut bertanggungjawab atas kerusakan jalan dan juga berpartisipasi dalam membangun kembali jalan yang rusak,” ungkapnya.

Dalam aksi damai itu, pihak manajemen Marunda Center yang diwakili Haris membuat kesepakatan perjanjian, bahwa pada hari Fabu (6/4) pihaknya akan mengundang pihak pemerintah kecamatan dan Desa Segara Makmur juga koordinator aksi untuk melakukan pertemuan guna membahas tuntutan warga. (IDM)