Terendam Banjir, Ratusan Hektar Lahan Pertanian Alami Puso

Bagikan Berita Ini

PETANI BABELAN GAGAL PANEN, RUGI HINGGA Rp 1,6 MILIAR

KORAN SIDAK – Ratusan hektar lahan sawah milik petani di tujuh desa dan dua kelurahan di Kecamatan Babelan terendam banjir lantaran hujan deras di wilayah itu, sehingga mengalami puso. Itu menyebabkan para petani tidak bisa menikmati hasil panennya.


Menurut Riadi, petugas pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Jawa Barat, total kerugian petani diperkirakan mencapai Rp 600 juta.

“Ya sekitar 190 hektar lahan sawah yang sudah ditanam padi mengalami puso lantaran terendam banjir belum lama ini, sedangkan yang tengah masa persemaian mencapai 33 hektar sawah,” jelas Riadi, petugas OPT Jawa Barat yang ditemui di areal Kantor Kecamatan Babelan, Rabu (8/3).

Riadi menambahkan, dari 33 hektar padi yang sedang dilakukan persemaian, sebenarnya bisa menanam padi hingga 66 hektar. Jadi, sambung dia, kerugian masa persemaian seluas 33 hektar itu bisa mencapai Rp 1 miliar yakni dengan rincian 330.000 meter persegi dikali 500 kilogram perhektat dikali Rp 6.000 perkilogram.

“Kami sangat prihatin lantaran kerugian petani di wilayah Kecamatan Babelan akibat banjir sangat besar, yakni mencapai Rp 1,6 miliar,” ujarnya.

Hingga saat ini, kata dia, masih ada lahan sawah yang masih tergenang banjir yakni di Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan. Bahkan kata dia, persawahan di desa itu yang terluas tergenang banjir sampai setinggi dada orang dewasa.

“Sudah 22 hari air menggenangi persawahan di Desa Muara Bakti, bahkan hingga saat ini maauh tergenang hingga setinggi dada, ” bebernya.

Untuk itu, menurut dia, para petani sangat membutuhkan bantuan sarana produksi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi terutama rendeng. Kata dia, Pemkab Bekasi wajib membantu para petani agar bisa menanam padi akhir Maret 2017 ini.

“Iya dong, Pemkab Bekasi wajib membantu petani agar bisa menanam kembali maksimal akhir Maret ini. Karena petani sudah gagal panen hingga tiga kali dalam melakukan persemaian,” ujarnya seraya menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengusulkan bantuan subsidi ke Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi.

“Kami sudah mengusulkan ke Dinas Pertanian. Alhamdulillah sudah turun benih untuk seluas 300 hektar, bahkan saat ini sudah diusulkan seluas 400 hektar. Kami juga sangat mengharapkan bantuan benih padi yang harganya Rp 2500 perkilogram segera terealisasi sampai akhir Maret ini, sehingga kita bisa menekan kerusakan tanam hingga 700 hektar,” pungkasnya.

Sedangkan sasaran tanam di Kecamatan Babelan ini akibat banjir, kata Riadi, seluas 2448 hektar, artinya masih ada petani yang masih membutuhkan bantuan sarana produksi benih maupun bibit padi seluas 1425 hektar.

“Kebutuhan benih maupun bibit padi ini sangat mendesak dan sangat dibutuhkan petani di wilayah ini,” ujarnya. (LBD)