WOW…. Sekda Kabupaten Bekasi Klaim Tak Ada Demosi

\"\"

ROTASI MUTASI VERSI BUPATI NENENG

KORAN SIDAK – Terkait mutasi rotasi yang dilakukan Bupati Bekasi Neneng Hasanag Yasin terhadap 749 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, H. Uju mengklaim tidak ada pelanggaran dalam mutasi rotasi yang dilakukan Bupati Bekasi,Neneng Hasanah Yasin, Jumat (3/3) lalu.

749 pejabat yang dirotasi dan mutasi itu terdiri dari 25 orang pejabat pratama,pejabat administrator 165 orang dan pejabat pengawas 559 orang.

\”Tidak ada demosi dalam mutasi rotasi itu,\” kilahnya usai menghadiri rapat parpurna penyerahan nota Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Bekasi, Selasa (7/3).

Apa yang dilakukan Bupati, kata Sekda, tidak bertentangan dengan ketentuan yang diamanatkan sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pemerintahan Daerah. Sehingga lanjut dia, apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi itu sudah yang terbaik karena mendapat izin dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

\”Ya kan semua kembali ke awal jabatannya masing-masing,\” singkatnya.

Ditanya mengenai adanya rencana pergerakan sejumlah pejabat yang akan membawa masalah demosi itu ke tingkat Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung, karena merasa diirugikan atas perombakan yang dilakukan Bupati Bekasi, Neneng Hasanag Yasin lantaran diturunkan dari jabatannya, Sekda enggan menjawab, malah memilih memasuki kendaraannya.

Seperti diketahui, awal Januari 2017 lalu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Rohim Mintaredja telah melakukan rotasi dan mutasi. Saat itu, Bupati Neneng Hasanah Yasin sedang Bupati non aktif karena cuti lantaran menjadi peserta Pilkada 2017.

Saat itu, sebanyak 1084 pejabat struktural yang terdiri dari 40 orang Pejabat Pimpinan Pratama, 221 orang Pejabat Administrator dan 823 orang Pejabat Pengawas yang dimutasi dan rotasi. Namun setelah Bupati Neneng habis masa cutinya dan kembali bekerja, melakukan pelantikan dan pengukuhan kembali.

Bahkan dampak yang diduga perang politik saat Pilkada Kabupaten Bekasi tahun 2017 itu, ratusan pejabat Pemkab Bekasi dibuat bingung karena menilai terlalu cepat melakukan mutasi dan rotasi.

Belum lagi, ratusan pebajat eselon IV yang dipromosiikan saat Plt Bupati Bekasi Rohim Mintareja, posisinya dikembalikan menjadi staf, saat mutasi versi Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin. Bahkan beredar kabar bahwa saat ini para pejabat itu tengah menyusun laporan ke PTUN Bandung. (MAN)